PENGANTAR ILMU KERASIPAN (ASIP 4101) MODUL 4

Hasil gambar untuk PENGANTAR ILMU KEARSIPAN

PENGANTAR ILMU KERASIPAN

Modul 4 Kegiatan Belajar 1


KLASIFIKASI ARSIP DINAMIS

A. KLASIFIKASI
Klasifikasi merupakan proses yang mengkategorikan arsip dinamis dalam susunan tertentu.
Jenis Klasifikasi :
  1. Klasifikasi Fungsional adalah klasifikasi untuk melaksanakan fungsi sebuah badan korporasi.
  2. Klasifikasi Subtantif adalah klasifikasi tugas pokok sebuah badan korporatif.
  3. Klasifikasi Fasilitatif merupakan fungsi untuk membantu terlaksananya fungsi substantive.
B. PENYUSUNAN SEBUAH BAGAN KLASIFIKASI BERBASIS PENGETAHUAN UNTUK DOKUMEN
Sebagai contoh bagan klasifikasi ini ialah system penomoran jamak yang menggunakan rancangan  penyandian hierarkis bagi aspek primer, sekunder dan tersier senuah subjek.
Keuntungan Sistem Penomoran Jamak :
  1. Berkas yang berkaitan terkelompok menjadi satu.
  2. Berkas nomor dapat diterjemakan menjadi kategori subjek.
  3. Relokasi kelompok berkas tertentu lebih dipermudah.
  4. Dalam beberapa hal pengindeksan kata kunci yang terperinci di perbolehkan.
Kelemahan Sistem Penomoran Jamak :
  1. Selalu ada tuntunan untuk menyediakan ruang bagi berkas yang baru yang dibuka pada bidang subjek yang sama.
  2. Bagan klasifikasi atau himpunan tajuk dapat bersifat komplek dan sukar dimantapkan.
C. PENYUSUNAN BAGAN KLASIFIKASI
Prinsip penyusunan bagan klasifikasi untuk dokumen/ berkas sebuah badan korporasi
  1. Topik konsep tunggal dikumpulkan dengan topik yang sama atau berhubungan.
  2. Penataan dalam larik (menata menurut kategori dan subkategori yang logis).
  3. Penataan kategori secara keseluruhan, mulai dari yang kurang penting sampai yang paling penting menurut kacamata pemakai berkas.
  4. Topik majemuk /kompleks dibuat mulai dari yang penting sampai kategori yang kurang penting.
D. CARA SISTEM PEMBERIAN KODE
Persyaratan sistem pemberian kode antara lain :
  1. Hendaknya memiliki tata susunan swabukti.
  2. Mudah diperluas.
  3. Sediakan tempat kosong dalam notasi.
  4. Badan klasifikasi hendaknya mencerminkan hubungan hierarkis di atara masing-masing istilah.
E. PENJAJARAN KODE KLASIFIKASI
Pada penjajaran notasi, elemen tunggal sebuah notasi mendahului notasi majemuk.
Contoh : B011;B121; L023/B011; L027; dan seterusnya.

F. INDEKS DAN PANDUAN PEMAKAI
Sebuah bagan klasifikasi harus disertai dengan indeks abjad yang menunjukkan likasi sebuah topik dalam bagan klasifikasi.
G. MEMBUAT KLASIFIKASI KEGIATAN INSTANSI ATAU PERUSAHAAN
Langkah yang diambil untuk membuat klasifikasi arsip antara lain :
  1. Mengumpulkan sumber informasi.
  2. Memperoleh pemahaman keseluruh misi dan sasaran instansi.
  3. Membuat danmendaftar fungsi utama instansi.
  4. Mengidentifikasi hierarki aktivitas kelompok.
  5. Mengenali transaksi khas yang mengoperasionalkan aktivitas secara luas.
  6. Mengenali proses
  7. Membuat peta hierarki bagi masing-masing fungsi.
H. PERBEDAAN ANTARA KLASIFIKASI INSTANSI DAN KLASIFIKASI BERBASIS PENGETAHUAN
  1. Tujuan proses klasifikasi urusan instansi sebuah bagan akan digunakan untuk menyusun arsip dinamis, melainkan sebagai dasar untuk mengembangkan komponen program lainnya.
  2. Proses menentukan bagan klasifikasi urusan iinstansi secara luas.
  3. Klasifikasi urusan instansi terbatas.
  4. Nama unit/struktur instansi/perusahaan.
  5. Manajer arsip dinamis perlu memahami klasifikasi yang menggunakan pendekatan fungsional dan pengetahuan.
I. SERI, BERKAS, DAN DOKUMEN
Dalam instansi sudah lazim arsip dinamis dibagi menjadi seri dan subseri, kemudian di bagi lagi menjadi unit temu balik yang terpisah-pisah dan terdiri atas dokumen.
J. PENCATATAN (REGISTRASI)
Tujuan registrasi ialah menyediakan bukti bahwa sebuah arsip dinamis telah diterima atau dibuat dalam sebuah sistem tata arsip dinamis
K. PENCATATAN PADA ARAS BERKAS DAN DOKUMEN
Bila sebuah dokumen telah di terima lalu diklasifikasikan, dokumen tersebut di catat sebagai sebuah maujud (item) diskrit serta memperoleh nomor registrasi/ klasifikasi.
L. PENGINDEKSAN
Pengindeksan adalah proses menentukan dan penerapan istilah atau kode ke arsip dinamis sehingga dapat ditemu balik.
M. PEMBERIAN JUDUL BEKAS
Judul dapat merupakan ringkasan atau pernyataan ringkas isi berkas. Contohnya adalah PERTEMANAN – KONTRAK KERJA - TENDER
N. STRUKTUR JUDUL BERKAS
  1. Judul berkas terdiri atas kombinasi kosakata
  2. Judul berkas merupakan ringkasan Bahasa sehari-hari
  3. Judul berkas di susun sebagai dua pernyataan yang terpisah.
  4. Judul berkas terdiri atas dua komponen kosakata terkendali
O. META DATA DAN ARSIP DINAMIS ELEKTRONIK
Metadata adalah deskripsi atau profil sebuah dokumen yang berisi tentang data konteks, bentuk, dan isinya.
P. LANGKAH DALAM PROSES PENGINDEKSAN
Tiga langkah proses pengindeksan istilah terhadap dokumen antara lain
  1. Memeriksa Dokumen
  2. Mengenali Konsep Temu Balik yang Bermanfaat
  3. Menerjemahkan Konsep ke Kosakata Pengindeksan
  4. Kosakata Pengindeksan
  5. Kosakata Terkendali dan Bahasa Sehari-hari
Q. PENGINDEKSAN NAMA DIRI
Nama orang, perusahaan atau instansi merupakan nama diri yang menjadi istilah pengindeksan yang lazim Karena mudah ditemukan/ dijumpai.






Silabus SD Kurikulum 2013 Kelas 123456 Revisi Tahun 2016

Image result for Silabus SD Kurikulum 2013

Silabus dan KI serta KD kurikulum 2013 tahun 2016, untuk SD/MI Kelas 1,2,3,4,5 dan 6 yang memuat unsur silabus tematik terpadu SD, Mata pelajaran, IPA, PKN, Matematika, IPS, SBdP, PJOK, Bahasa Indonesia serta silabus PAI, PA Katolik, PA Kristen dan Budi Pekerti, PA Hindu, PA Buddha, serta PA Konghucu pada edisi revisi baru memilik tampilan yang cukup simple, hal ini membuat rekan guru sangat mudah memahami dan mempelajari nya, hanya ada 3 kolom silabus k13 yang baru ini terdiri dari kerangka sebagai berikut:
1. Mata Pelajaran dan Kompetensi Dasar (KD)
2. Materi Pembelajaran
3. Kegiatan Pembelajaran


Silabus, KI dan KD Kurikulum 2013 tahun 2016 ini nampak memperhatikan konteks global dan kemajemukan masyarakat Indonesia itu, misi dan orientasi kurikulum 2013 diterjemahkan dalam praktik pendidikan dengan tujuan khusus agar peserta didik memiliki kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan masyarakat di masa kini dan di masa mendatang.

Kompetensi yang dimaksud meliputi tiga kompetensi, yaitu:
 (1) menguasai pengetahuan;
 (2) memiliki keterampilan atau kemampuan menerapkan pengetahuan;
 (3) menumbuhkan sikap spiritual dan etika sosial yang tinggi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial, dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching) yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta kebutuhan dan kondisi peserta didik. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.
Lihat tampilan berikut salah Silabus Tematik SD Kurikulum 2013 Tahun 2016


1. Silabus Tematik Terpadu_Versi120216

2. Silabus PA Islam dan BP SD_versi 120216


3. Silabus Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti SD_versi 120216


4. Silabus Katolik SD_VERSI 140216


5. Silabus PA Hindu dan BP SD versi 120216


6. Silabus Pendidikan Agama Buddha dan BP SD_versi 120216


7. Silabus  Agama Khonghucu SD_Versi 120216


8. Silabus PPKn SD versi 110216


9. Silabus B-Indo SD_Versi120216


10. Silabus Matematika SD_Versi 120216


11. Silabus IPA SD_Versi 120216


12. Silabus IPS SD_Versi 120216


13. Silabus SBdP SD versi 120216


14. Silabus PJOK SD_versi 120216

Administrasi Guru Kelas Dalam Bentuk Aplikasi Tahun Pelajaran 2017/2018 Terbaru

Administrasi Guru Kelas Dalam Bentuk Aplikasi Tahun Pelajaran 2017/2018
Administrasi Guru Kelas
 SK Pembagian Tugas Mengajar dengan Sistem Rasio Guru dan Siswa
 Peran Keluarga dalam Pembelajaran Siswa Pola Kemitraan Sekolah
 Buku Panduan Gerakan Literasi Sekolah di Jenjang Sekolah Dasar

Administrasi guru kelas pada tahun pelajaran 2017/2018 ini tak berbeda jauh pada tahun sebelumnya, namun demikian kawan-kawan guru kelas pada jenjang SD maupun TK ada baiknya selalu bersiap hal ini juga erat kaitannya dalam unsur perencanaan dan administrasi wali kelas yang ideal.

Tanpa peranan administrasi kelas yang baik sangatlah jarang terjadi pembelajaran serta mutu hasil yang diharapkan akan sesuai yang diharapkan oleh semua pihak tak terkecuali sistem pendidikan nasional, maka dari itu peranan administrasi guru kelas ini sangatlah penting.


Aplikasi administrasi wali kelas ini bisa menjadi referensi rekan guru di sekolah dalam proses administrasi yang cepat, simple aman dan nyaman tentu hingga menghasilkan data yang akurat untuk dipertanggung jawabkan, isi dari aplikasi administrasi guru ini adalah sebagai berikut:

Format PK-1 - Jadwal Pelajaran
Format PK-2 - Daftar Pembagian Tugas mengajar Bagi Guru
Format PK-3 - Daftar Penyelesaian Kasus di sekolah
Format PK-4 - Daftar Nilai Raport
Format PK-5 - Daftar Nilai Ujian Tulis
Format PK-5A - Daftar Nilai Ujian Praktek
Format PK-5B - Daftar Nilai Rata-Rata Ujian Tulis dan Praktek
Format PK-5C - Daftar Nilai Ujian Nasional ( UN )
Format PK-5B - Daftar Nilai Sekolah
Format PK-5D - Daftar Nilai Ujian Akhir
Format PK-5E - Rekapitulasi Kenikan Kelas dan Kelulusan Siswa
Format PK-5F - Format PK-5B - Daftar Penyerahan Buku Hasil Belajar Siswa
Format PK-5G - Daftar Penyerahan SKHUN
Format PK-6 - Daftar Penyerahan IJAZAH
Format PK-7B - Daftar Pengembalian Bku Hasil Belajar Siswa Bagi Kelas 1 2 3 4 5
Format PK-8B - Reakpitulasi Pelakasanaan Supervisi Kelas
Format PK-9 - Buku Hubungan Kemasyarakatan
Format PK-10A - Identitas Siswa
Format PK-10B - Laporan Hasil Belajar Siswa ( Raport )

DOWNLOAD

RPP dan Silabus Kurikulum 2013 Semua Jenjang SD/MI SMP SMA SMK Terbaru Terlengkap

RPP dan Silabus Kurikulum 2013 SD MI SMP SMA SMK

Selamat Datang di Mediu Untuk Belajar

RPP dan Silabus Kurikulum 2013 SD/MI SMP SMA SMK Terbaru Terlengkap 


Berikut adalah Contoh Silabus SMP Kurikulum 2013 yang dapat anda ambil secara gratis:


RPP Kurikulum 13 untuk SD / MI









Silabus Kurikulum 2013 Untuk SD / MI



RPP Kurikulum 2013 Untuk SMP




Silabus Kurikulum 2013 untuk SMP




UJIAN PRAKTIK MEMBATIK SDN BANARAN 1


Pendidikan Seni Budaya memiliki peranan dalam pembentukan pribadi siswa yang harmonis dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan anak dalam mencapai multikecerdasan. Dalam pendidikan seni budaya, aktivitas yang harus menampung kekhasan tersebut yang tertuang dalam pemberian pengalaman mengembangkan konsepsi, apresiasi, dan kreasi. Semua ini diperoleh melalui upaya eksplorasi elemen, prinsip, proses, dan teknik berkarya dalam konteks budaya masyarakat yang beragam. 





Salah satu bentuk pembelajaran yang mengacu kepada tujuan pembelajaran seni budaya yaitu melaksanakan praktek. Seperti praktek membatik, melukis, menari, musik, teater dll. Ini merupakan kegiatan untuk menjelaskan kepada siswa bahwa mereka harus dapat memahami arti pentingnya seni budaya, dapat mengapresiasikan, berkreativitas dan berperan aktif dalam melestarikan seni budaya dalam tingkat lokal, regional, maupun global.
Pada pembelajaran yang di laksanakan oleh siswa-siswi kelas 6 Sekolah Dasar SDN Banaran 1 ini adalah Praktik membatik. Disinilah langkah demi langkah Ujian praktik siswa kelas 6 dalam membuat Batik.
    






























Pada pembelajaran membatik siswa dapat mengetahui nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada mereka sebagai generasi bangsa. Disamping itu membantik dapat membentuk karakter siswa menjadi bertanggungjawab, disiplin, teliti, harmonis, fokus, sabar, tekun dan mengetahui keindahan. Banyak lagi manfaat pembelajaran membatik seperti siswa dapat keterampilan untuk berwirausaha, melalui hasil-hasil karya batik tersebut.